Cookies untuk Omi

Selamat pagi dari kota yang udaranya lagi dingin dinginnya dan sejuk. Jendela kamarku sudah bersih dari debu dan saat aku membuka jendela aku mencium aroma plitur pada jendela. Biasanya yang masuk hidung debu, bukan aroma kayu dan cat hehe. Kemarin sore aku membersihkan jendela kamarku yang debunya bikin hidung gatal berhari hari. Aku juga sudah lupa kapan terakhir kali membersihkan kamarku hahaha. Yaa.. tidak ada waktu :b (alasan)

Hari ini aku akan mencoba untuk produktif. Semalam aku juga sudah mengganti sprei kasur jadi….. kalau nggak produktif bisa-bisa hari minggu kali ini hanya goleran di kasur dengan sprei yang wangi.

Aku punya cerita, di studio tempat aku kerja setiap tahunnya selalu mengadakan pesta ulang tahun. Hmm di studio ada sekitar 5-6 orang, jadi kami melakukan ritual makan-makan bisa 5-6 kali dalam setahun. Gila gila!! kalau ada 12 orang bisa setiap bulan kita makan-makan hahaha (kalau bulannya deketan biasanya kita rapel 😁)

Untuk bulan ini ada Mbak Omi yang akan jadi sasaran kita untuk bisa berfoya-foya (ya. salah satu alasan kami mengijinkan diri untuk menghamburkan uang πŸ˜‚)

Setiap orang diwajibkan membawa sajen untuk persembahan (duh serem amat sajen). Karena aku orang yang obsesi dengan perbakingan akhirnya aku memilih membuat sesuatu dengan tanganku sendiri dari pada membeli. Soalnya kalau hasilnya oke kan aku bisa congkak gitu loh.

Kali ini aku ingin membuat cookie untuk mba Omi. Resepnya niru punya Tatsy tapi namanya aku ganti. Ngawur emang hahaha.

Ulang tahun mba Omi masih akhir bulan tapi aku mau tes drive dulu biar gak gagal kayak waktu bikin cheesecake yang hasilnya (teksturnya) malah kayak prol tape tapi rasa keju. Jadi deh kita namain prol keju hahaha.

Untuk bulan ini aku ingin mencoba membuat cookies. Kudapan yang siapa saja doyan. Ya kan? Terakhir aku buat tuh lebaran tahun 2018 kayaknya. Aku bikin Chocolate Chip dan Kastengel. Resepnya aku cari random di Instagram, plih yang gambarnya paling bagus dan bahannya simpel. Nggak nyangka resep Kastengel hasilnya enak, gurih dan tidak keras tapi juga gak rapuh banget. Sayang, aku lupa pakai resep yang mana.

Sudah lama banget pengen bikin Chocolate Chip ala-ala bakery influencer Instagram(?) yang presentasinya bikin iri hati. Dari warna dan bentuk tuh aesthetic banget dan aku belum bisa bikin cookie seperti itu πŸ˜‚ sama seperti Brownies shiny yang pernah booming. Berkali-kali mencoba mulai dari gula sedikit shinynya gak muncul. Pakai gula banyak shinny agak muncul tapi manisnya ngalah-ngalahin aku yang baru selesai mandi hehe. Kemudian naikin suhu, turunin…. hhh lelah. Akhirnya ikut pakem brownies yang penting jadi dan bisa dimakan.

Oiya, resep yang aku pakai ini aku ambil dari webnya Tasty. Bahannya tidak ribet dan mudah dibuat juga dan di resep ini aku tambahin oat biar gak hampa. Di Youtube mereka membahas tentang 3 jenis cookies mulai dari yang sederhana, masuk pendingin dua jam hingga yang menghabiskan waktu dua hari. Katanya sih yang dua hari ini lebih enak. Menarik.

Setelah aku mempersiapkan bahan dan mencampur semua bahan sesuai instruksi, adonan aku masukkan ke dalam lemari es. Fungsinya? Enggak tau, ngikut-ngikut aja dari pada gagal kan hehe. Tapi setauku bedanya ya di adonannya, jadi agak padat, nggak yang lembek banget.

Adonan aku tinggal dua jam (keterusan main game 😁).

Setelah dua jam, keluarkan adonan dan bentuk bulat-bulat dengan bantuan sendok. Ukurannya sesuai selera ya. Kalau bisa jangan terlalu besar karena adonan akan melebar.

20200712_175220_875

Ini hasilnya waktu masih dalam oven. Permukaannya mulus gak seperti hasil karya cheff influenser Instagram 🀣

Rasanya? Luwarbiasa MANIS! 🀣

Kalau dugaanku benar, sepertinya orang kulit putih ini suka manis ya. Kalau salah, berarti aku yang terlalu heboh masukin takaran gulanya. Atau memang gulanya kemanisan.

1998CAM_2020_07_12_17_03_31_FN

Nah, yang ini lupa kalau lagi social distancing :b

1998CAM_2020_07_12_19_06_17_FN

Adonan terakhir. Extra large cookie πŸͺ.

20200712_191027_718_1

Dear my future husband.. Aku bisa bikin kue, bisa masak mie instan, masak air, dan beberapa masakan sederhana lainnya.. Jadi.. Kapan kita ketemu? πŸ˜—


2 thoughts on “Cookies untuk Omi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s