Covid Bucket List: Mengejar Ilmu di Negeri Orang

Menyenangkan jika suatu saat kita dapat merealisakikan impian kita semasa kecil. Biasanya semakin dewasa impian akan berkembang dan berubah atau malah tidak berubah sama sekali.

Waktu kecil aku ingin sekali menjadi seorang musisi agar aku bisa tampil di acara orkestra seperti di luar negri gitu. Membayangkan diri sendiri memakai gaun hitam dan bermain biola atau flute. Jika memungkinkan aku ingin sekali bisa berpartisipasi dalam orkes yang mengiringi acara di teater-teater musikal.

Sayang sekali hal itu hanyalah impian yang akan selalu ada di buku harianku. Tapi kalau ada kesempatan untuk belajar alat musik aku tidak akan menolaknya kok.

Dulu aku juga ingin sekali jadi seorang penulis gara-gara kelar baca novel teenlit yang membuatku menangis bombay. Yang satu ini keturutannya cuma sampai menulis buku harian aja dan dua buku tulis yang isinya cerpen ala-ala anak SD. Ini juga buatnya lantara tergila-gila dengan komik Imadoki haha.

Sekarang sudah bisa nerbitin tulisan di blog, agak bangga dikit, apalagi kalau banyak yang baca 😁

Ah, aku teringat celetukan seorang teman yang membuat kami semua menghela nafas sambil meringis,

“Aku hanya ingin survive dari kehidupan yang jahanam ini. Bisa kerja, menghasilkan uang dan foya-foya adalah impianku.”

Yaaa!!! Kami adalah kumpulan orang-orang idealis miskin dan suka sekali mengasihani diri sendiri πŸ˜‚

Kehidupan kami setelah mendapat pekerjaan dan menghasilkan uang membuat impian-impian masa kecil agak tersingkirkan. Rata-rata teman-temanku ini memperkaya diri agar bisa punya rumah sendiri. Not bad right? Tapi tetep yang namanya traveling masih jadi bucket list masing-masing.

Akupun punya impian tambahan yang jika tidak ada kendala akan aku realisasikan. Aku ingin sekolah tata boga. Tapi nggak di Indonesia hehe.

Ada satu sekolah kuliner asal Prancis bernama Le Cordon Bleu yang tersebar di berbagai negara termasuk Asia. Di Asia Tenggara hanya ada di tiga negara yaitu Malaysia, Thailand dan Filipina. Sekolah kuliner ini punya banyak pilihan program dengan tiga tingkatan setiap course-nya yaitu:

  • Basic
  • Intermediate
  • Superior.

Kemudian ada program Grand Diplome yang merangkap 3 courses di atas (sepertinya program Diploma ini adalah program dengan esukasi level tertinggi. Sedep sedep ngeri kalau denger seseorang lulusan Diploma di sekolah ini 😁). Belajar di sekolah ini gak memakan waktu lama kayak anak kuliahan, cukup dengan waktu tiga bulan/course (tidak termasuk short courses tentu saja). Relatif singkat jadi gak buang-buang waktu, hanya buang duit agak banyak.

images (1)

Yep. Untuk biaya full course-nya memang mahal banget.

Mahal. Banget.

Melihat biaya untuk menjadi cheff begitu mahal, akhirnya aku mencari cara lain agar tetap bisa menginjakkan kaki di sekolah tersebut. Pilihan jatuh pada short course dengan waktu singkat dan harga lebih terjangkau. Jika dibandingkan dengan kursus di Indonesia sih tetep kemahalan πŸ˜‚

Kenapa tidak ngambil kursus di Indonesia saja?
Turunin lah gengsinya..

Why? Terlalu berlebihan?

Mungkin teman aku heran, kok ya punya impian muluk-muluk amat hehe gengsinya ntaran aja kalo udah punya bakerty shop, biar balik modal πŸ˜†

Ehm.. Sebenarnya nggak kepikiran karena gengsi. Sama sekali nggak kepikiran haha. Karena waktunya aja yang singkat untuk menjadi seorang cheff bakery, nggak perlu kuliah lagi bertahun-tahun dan penawarannya sangat menarik minatku. Tapi karena dalam keadaan serba terbatas akhirnya pending dulu deh.

Ini adalah kesempatan. Aku akan sangat menyesal jika aku nggak mengambil peluang ini untuk merealisasikan impianku. Aku akan berhenti jika memang tidak ada jalan lain. But no, selalu ada jalan πŸ˜™

Memang, kalau ngambil short course nggak akan dapet embel-embel cheff but it’s okay.

Jangan lupa berdoa juga ya.

Beberapa hari lalu aku menemukan tempat kursus baking di kota tetangga. Selidik demi selidik ternyata banyak juga chef yang menjadi pengajar di tempat tersebut. Bahkan ada guess cheff dari luar Indonesia juga loh (yang paling aku ingat dari Korea dan Malaysia). Guess cheff lokalnya ada yang lulusan dari Le Cordon Bleu New Zealand. Merinding πŸ˜†

Selamat meraih impian masing-masing. Semoga dimudahkan mendapatkan apa yang diimpikan ❀️🌻

PS : Nonton konser adalah salah satu hal yang HARUS aku realisasikan!

Gambar : http://www.cordonbleu.edu


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s